Aku pernah berada dalam titik terendah dalam hidupku, tanpa seorangpun yang mengulurkan tangan untuk menarikku ke atas, bahkan hanya tinggal untuk sebagai sandaran. Tapi aku belajar banyak, dan menyadari banyak hal bahwa jikapun nanti aku jatuh di titik itu lagi bahkan lebih rendah, aku hanya akan berlari kepada Tuhanku, karna Ia-lah yang selalu ada untuk mengulurkan tangan.
Sabtu, 31 Oktober 2015
Minggu, 18 Oktober 2015
Suatu hari nanti
Mungkin, akan ada masa di suatu hari nanti, masing-masing dari kita akan menemukan seseorang yang baik, dan sempurna seperti yang kita impikan. Lalu, dalam hati kita akan berkata, yaa inilah orangnya, inilah orang yang tepat, inilah saatnya aku harus benar-benar melupakan masa laluku, ya tentu dia lebih baik dari orang itu. Terus mencoba meyakinkankan dirimu berulang-ulang. Seakan-akan ada pilihan lain, seperti . . . . orang itu akan kembali. Lalu kita mulai berharap lagi, meyakinkan diri kita lagi bahwa inilah saatnya. Tapi apakah benar kita akan bisa menghapus seseorang dari masa lalu itu, dengan seseorang yang kita anggap lebih baik darinya?
masih . . . .
tak peduli seberapa besar perubahan pada fisikmu, seperti berat badanmu yang terus bertambah, rambut yang tak kau pedulika seberapa panjang dan berantakan, atau kumis dan jenggot yang jarang kau cukur, ketahuilah aku masih menyukaimu, entah itu 2 tahun lalu ataupun sekarang
Kadang, kita perlu sendiri untuk mengerti
Melepaskan earphone, untuk sejenak mendengarkan bising kendaraan lalu lalang
Berada di tengah keramaian tanpa ada seorang pun yang kau kenal
Berjalan sendiri di jalan yang biasa kau lewati untuk melihat apa yang hilang dan apa yang selama ini terlewatkan
Sometimes, we need to be alone to understand
take off the earphone, for a moment to listen the traffic
be in crowded without anyones you know
walk alone on the common road you always through to see what gone and miss
Sometimes, we need to be alone to understand
take off the earphone, for a moment to listen the traffic
be in crowded without anyones you know
walk alone on the common road you always through to see what gone and miss
Langganan:
Komentar (Atom)